Selasa, 21 Mei 2019

Webset Resmi Bawaslu Purbalingga

Alamat tebaru Bawaslu Kabupaten Purbalingga
purbalingga.bawaslu.go.id

Rabu, 13 Februari 2019

Pengumuman Hasil Tes Wawancara


Pengumuman
Hasil Wawancara Penerimaan Pegawai Non Pegawai Negeri Sipil Sekretariat Bawaslu Purbalingga

 

Selasa, 12 Februari 2019

Pengumuman Hasil Seleksi Tes CAT dan Praktek Komputer Penerimaan Pegawai Non Pegawai Negeri Sekretariat Bawaslu Purbalingga 


Senin, 11 Februari 2019

PENGUMUMAN HASIL SELEKSI ADMINISTRASI PENERIMAAN PEGAWAI NON PNS SEKRETARIAT BAWASLU KABUPATEN PURBALINGGA

Rabu, 30 Januari 2019

Bawaslu Purbalingga Adukan Netralitas ASN ke Komisi ASN

Purbalingga, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Purbalingga mengadukan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diduga melakukan pelanggaraan netralitas ASN kepada Komisi ASN di Jakarta. ASN yang berinisial SH merupakan seorang guru PNS yang telah terbukti terlibat dalam kampanye salah satu caleg yang bertempat di GOR Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja, Minggu (13/1).

Hal tersebut disampaikan ketua Bawaslu Purbalingga Imam Nurhakim lewat perynataan presnya, Selasa (29/1). Imam mengatakan guna mengumpulkan bukti-bukti dan keterangan, Panwascam Karangreja dan Bawaslu Purbalingga telah memanggil terlapor, caleg yang berkampanye, dokumen-dokumen, dan para saksi.

“ Berdasarkan hasil kajian, perbuatan Terlapor (Saudara SH) yang turut hadir dengan menggunakan atribut partai dan sambutannya mengarahkan peserta kampanye untuk mendukung salah satu partai politik peserta pemilu. Hal tersebut merupakan tindakan yang mengarah pada keberpihakan dan menguntungkan salah satu calon anggota DPRD Kabupaten Purbalingga,” katanya.

Imam menambahkan tindakan SH telah melanggar ketentuan Pasal 4 angka 12 huruf b PP No.  53 Tahun 2010 Tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Atas dasar tersebut Bawaslu Purbalingga merekomendasikan temuan Nomor: 01/TM/PL/Kec. Karangreja/14.26/I/2019 tersebut Kepada Komisi Aparatur Sipil Negara untuk ditindaklanjuti sesuai dengan peraturan perundang undangan yang berlaku.

“ Surat rekomendasi kepada KASN tersebut tembusannya juga disampaikan langsung kepada Plt. Bupati Purbalingga, dan Badan Kepegawaian dan pelatihan Daerah Purbalingga,”

Bawaslu Golkar Purbalingga ‘Memanas’, Ada Apakah.??

 

PURBALINGGA, SATELITPOST-Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Purbalingga menilai ada kampanye yang dilakukan aparatur sipil negara (ASN) untuk caleg Golkar. Di sisi lain, Golkar menepis tudingan tersebut.

Ketua Bawaslu Purbalingga, Imam Nurhakim mengungkapkan jajarannya mendapatkan bukti-bukti bahwa ASN bernama Samsul Hidayat terlibat aktif dalam kegiatan kampanye tertutup. Selain memberikan sambutan, Samsul juga mengenakan kaus tim pemenangan caleg DPRD Purbalingga, Hj Anitaningrum. Hal itu terjadi dalam “Sosialisasi Pileg 2019 dan Pengukuhan Tim Pemenangan Hj Anitaningrum” di GOR Bulutangkis Desa Kutabawa, Karangreja, Minggu (13/1).

“Kami sudah meminta keterangan, baik dari pelapor maupun dari pihak-pihak terlapor. Adapun nanti putusannya seperti apa, tentu kami juga melibatkan Kepolisian dan Kejaksaan untuk melakukan pembahasan tersendiri,” ujar Imam.

Namun, Dewan Pengurus Daerah (DPD) Purbalingga Partai Golkar menepis dugaan pelanggaran Pemilu tersebut. Pengurus DPD Golkar Purbalingga, Endar Sugianto mengatakan pihaknya sudah memberikan klarifikasi kepada Bawaslu Purbalingga, Selasa (22/1), bahwa tim pemenangan tidak melibatkan ASN dalam kegiatan kampanye. Keterlibatan Samsul Hidayat, Guru SDN 1 Danasari bukan atas inisiatif tim kampanye, serta dia juga tidak masuk dalam daftar tim pemenangan.

“Semua calon sudah kami beritahukan dan kami instruksikan jangan sampai di dalam pelaksanaan kampanye itu memakai atau menggunakan semua unsur yang dilarang dalam rambu-rambu pemilu, seperti TNI, Polri, ASN, dan perangkat desa,” kata Endar.

Kepada SatelitPost, Samsul Hidayat mengaku hanya satu kali itu memberikan sambutan pada kegiatan kampanye tertutup. Dia berani maju setelah melihat peserta kegiatan hanya terdiri dari kader atau tim pemenangan, bukan kegiatan kampanye terbuka.

Samsul maju memberikan motivasi kepada tim pemenangan karena telah mengenal dan mengetahui kiprah Anitaningrum sejak lama dan memastikan mereka tidak salah memilih calon. Secara pribadi, dia telah melihat kebaikan-kebaikan dan jiwa sosial yang tinggi dari caleg perempuan tersebut. “Dia (Anitaningrum, red) ngga minta pun saya harus tahu diri, karena sudah seperti saudara, dan orangnya enakan. Saya melihat personalnya bukan parti politiknya,” ujar Samsul. (cr3)

 

PNS Berkampanye, Bawaslu Kirim Surat Rekomendasi

 

PURBALINGGA, Badan Pengawas pemilu (Bawaslu)  Kabupaten Purbalingga mengirim surat Rekomendasi kepada Komisi Aparatur Sipil Negara (ASN), Rabu (30/1). Dalam surat bernomor 01/TM/PL/Kec. Karangreja/14.26/I/2019 itu, Bawaslu meminta Komisi ASN menjatuhkan sanksi terhadap Samsul Hidayat,  guru PNS yang terlibat dalam kegiatan kampanye seorang calon anggota legislatif (caleg).

Guru PNS itu ikut hadir dalam kegiatan kampanye caleg di GOR Kutabawa Karangreja pada Minggu 13 Januari lalu. Tidak sekadar hadir, guru itu juga menggunakan atribut partai dan memberikan sambutan yang mengarahkan peserta kampanye untuk mendukung salah satu Peserta Pemilu.
"Perbuatan itu mengarah pada keberpihakan dan menguntungkan salah satu calon anggota DPRD. Melanggar ketentuan Pasal 4 angka 12 huruf b PP Nomor 53 Tahun 2010 Tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil," tutur Ketua Bawaslu Purbalingga, Imam Nur Hakim, Selasa siang (29/1).

Selama dua minggu, Panwascam Karangreja bersama Bawaslu Purbalingga melakukan rangkaian proses penanangan dugaan pelanggaran netralitas PNS tersebut. Untuk mengumpulkan bukti-bukti dan keterangan, Panwascam Karangreja dan Bawaslu Purbalingga telah memanggil terlapor, caleg yang berkampanye, dokumen-dokumen, dan para saksi.

 

Kamis, 18 Oktober 2018

Daftar Pemilih Belum Valid? Adukan Disini

PURBALINGGA – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Purbalingga membuka posko penerimaan pengaduan daftar pemilih hasil perbaikan tahap 1 (DPTHP1) di kantor Bawaslu Purbalingga secara resmi sejak 18 April 2018.
“Posko pengaduan data pemilih ini kami bentuk sebagai bagian dari upaya Bawaslu menjaga hak pilih semua Warga Negara Indonesia khsussnya yang ada di Wilayah Purbalingga sehingga pada Tanggal 17 April 2019 mendatang dapat menggunakan hak pilihnya tersebut”, Kata Teguh Irawanto, Komisioner Bawaslu Purbalingga di Kantor Bawaslu Purbalingga, Kamis (18/10/2018).
Lebih lanjut, Teguh juga menyampaikan bahwa pembentukan Posko pengaduan daftar pemilih tersebut tidak hanya oleh Bawaslu di tingkat kabupaten, tapi juga Bawaslu Purbalingga telah menginstruksikan kepada jajaran Panwas Kecamatan di 18 Kecamatan dan di Panwaslu Kelurahan/Desa di 239 Desa/Kelurahan untuk juga membuka posko penerimaan pengaduan DPTHP Tahap 1 tersebut.
Posko penerimaan pengaduan daftar pemilih tersebut penting dilakukan untuk mencegah, mengantisipasi sekaligus menyelesaikan beberapa potensi masalah yang terjadi dalam pendataan pemilih dalam pemilu 2019. Beberapa potensi masalah tersebut seperti adanya warga yang punya hak pilih dalam pemilu 2019 tetapi belum masuk dalam daftar pemilih, adanya warga yang masih terdata dalam daftar pemilih tetapi sesungguhnya yang bersangkutan sudah tidak punya hak pilih lagi oleh karena berubah statusnya dari sipil menjadi TNI/POLRI, masih terdapatnya data pemilih ganda dan data pemilih yang sudah meninggal dunia serta pindah domisili, juga potensi terkait data pemilih yang invalid (NIK dan Nomor KK) masih kosong dalam DPT yang ada.
Melalui Posko penerimaan pengaduan DPTHP Tahap 1 ini Bawaslu Purbalingga dan jajarannya menghimbau kepada masyarakat Purbalingga dapat berpartisipasi secara aktif melaporkan jika menemukan atau mengetahui terdapatnya data pemilih bermasalah sehingga Bawaslu dan Jajarannya dapat segera menindaklanjutinya dengan merekomendasikannya kepada KPU untuk dilakukan perbaikan data.

Minggu, 14 Oktober 2018

Bawaslu Purbalingga Temukan Seribu Lebih Data Pemilih Bermasalah


Jajaran Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Purbalingga telah melakukan pencermatan dan pengawasan terhadap daftar pemilih tetap hasil perbaikan tahap 1 (DPTHP 1) yang sudah ditetapkan oleh KPU Kabupaten Purbalingga Tanggal 14 September 2018 yang lalu.

"Berdasarkan hasil pencermatan dan pengawasan terhadap DPTHP1 yang ada, Bawaslu Purbalingga dan jajarannya menemukan seribu lebih data bermasalah," kata Misrad, Komisioner Bawaslu Purbalingga Divisi Pengawasan Humas dan Hubal, di Kantor Bawaslu Purbalingga, Sabtu (13/10/2018).

Data bermasalah tersebut terdiri dari, data pemilih potensi ganda sebanyak 482, data pemilih sudah meninggal 219, data pemilih tidak dikenal 4, data pemilih pindah domisili 217, data pemilih dengan status anggota Polri 1, data pemilih invalid dengan status NIK kosong 13, dan data pemilih dengan status Nomor KK kosong 324. Jadi jumlah keseluruhan data bermasalah tersebut ada 1260 data pemilih.

Terhadap hasil temuan data pemilih tersebut Bawaslu Purbalingga telah melayangkan surat rekomendasi dengan Nomor Surat 149/Bawaslu Prov.Jt-20/PM-00.02/X/218 Tanggal 12 Oktober 2018 Perihal Rekomendasi Hasil Pencermatan DPTHP Tahap 1.

Melalui surat rekomendasi tersebut Bawaslu Purbalingga berharap agar KPU Kabupaten Purbalingga dan jajarannya segera menindaklanjuti dengan memperbaiki data bermasalah tersebut. Hal ini penting untuk dilakukan agar data pemilih di Purbalingga valid dan dapat dipertanggungjawabkan.

Kamis, 11 Oktober 2018

Purbalingga – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Purbalingga hari ini Rabu (3/10/2018) bertempat di Resto Bale Apoeng Bojongsari menyelenggarakan kegiatan sosialisasi pengawasan Pemilu kepada perangkat Kecamatan se Kabupaten Purbalingga.


“Kami Bawaslu mengundang para Sekcam dan Kasipemtrantibum Kecamatan, serta Kanit Reskrim se Kabupaten Purbalingga dalam rangka untuk menyamakan persepsi dan pemahaman kaitannya dengan penegakan peraturan Perundang-Undangan Pemilu di wilayah kecamatan,” kata Imam Nurhakim, Ketua Bawaslu Purbalingga pada saat sambutan acara sosialisasi.
Hadir sebagai narasumber, Damar Iskandar, SH., Kanit Reskrim Polres Purbalingga, yang juga sebagai anggota Sentra Gakkumdu Bawaslu Purbalingga. Dalam   penjelasannya, Damar menyampaikan tentang potensi-potensi pelanggaran pidana Pemilu yang mungkin terjadi dalam setiap tahapan. “Tindakan-tindakan yang mengarah pada tindak pidana Pemilu yang perlu kita antisipasi dan cegah adalah perbuatan-perbuatan melawan hukum seperti money politic, black campaign, terlibatnya ASN maupun TNI dan Polri secara aktif menjadi Timses kampanye, atau perbuatan lain yang mengarah pada upaya mengacaukan, menghalangi, atau mengganggu jalannya kampanye”.
Misrad, Komisioner Bawaslu Purbalingga Divisi Pengawasan Humas dan Hubal, sebagai nara sumber dalam kegiatan sosialisasi ini menyampaikan tentang rilis hasil pencermatan dan analisis Bawaslu terkait indeks kerawanan Pemilu 2019 di wilayah Purbalingga yang perlu diantisipasi bersama-sama oleh semua pihak-pihak terkait. “Dari beberapa indikator yang ada, tingkat kerawanan Pemilu 2019 paling di wilayah Purbalingga adalah partisipasi pemilih yang masih rendah pada Pemilu sebelumnya”.
Melalui rakor ini Bawaslu Purbalingga berharap semua komponen memiliki pemahaman yang sama dalam penyelenggaraan Pemilu, terutama dalam hal upaya bersama mengantisipasi dan mencegah terjadinya tindakan-tindakan yang mengarah pada pelanggaran Pemilu baik yang dilakukan oleh peserta Pemilu, tim sukses, maupun masyarakat pada umumnya

Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Tengah Resmikan Kantor Baru Bawaslu Purbalingga



Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Purbalingga menyelenggarakan doa bersama dan syukuran kantor baru Bawaslu Purbalingga, Rabu (10/10/2018).
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, Fajar Saka, beserta anggota Anik Solihatun, Ketua DPRD Kabupaten Purbalingga, Asisten II, Kepala Kejaksaan Negeri, Kepala Pengadilan Negeri, Polres, Kodim, Lanud, Ketua KPU Kabupaten Purbalingga, seluruh pimpinan Partai Politik, tokoh agama, tokoh masyarakat dan seluruh jajaran pengawas Pemilu Kecamatan se Kabupaten Purbalingga.
Dalam sambutannya Imam Nurhakim, Ketua Bawaslu Purbalingga menyampaikan rasa syukur dan terimakasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Purbalingga yang telah memfasilitasi kantor Bawaslu Purbalingga yang lebih refresentatif dibanding kantor sebelumnya. “Sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa pada kesempatan ini kami menyelenggarakan kegiatan tasyakuran sekaligus memohon doa semoga Bawaslu Purbalingga dan jajarannya lancar dan sukses dalam melaksanakan tugas-tugas pengawasan demi terselenggaranya Pemilu yang aman, damai, dan sesuai dengan peraturan,” imbuhnya.
Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, Fajar Saka, dalam sambutannya memyampaikan selamat dengan telah ditempatinya kantor baru untuk Bawaslu Purbalingga.
“Tentu kita semua berharap semoga dengan kantor baru ini jajaran Bawaslu Purbalingga semakin meningkatkan kinerjanya dalam pelaksanaan tugas-tugas pengawasan dalam mengawal dan mengawasi setiap tahapan Pemilu,” tegasnya.
Fajar juga menekankan agar jajaran Bawaslu Purbalingga terus mengintensifkan komunikasi dan koordinasi baik dengan instansi-instansi terkait maupun dengan Partai Politik dalam rangka melakukan upaya-upaya antisiparif dan preventif terhadap terjadinya dugaan-dugaan pelanggaran Pemilu.
Melalui kegiatan doa dan syukuran kantor baru ini, Bawaslu Purbalingga berkomiten terus meningkatkan profesionalismenya baik dalam pelayanan terhadap masyarakat dan peserta Pemilu maupun intensifikasi koordinasi dengan  pihak-pihak terkait kaitannya dengan upaya bersama menghadirkan Pemilu yang tertib hukum, adil, tentunya juga aman dan damai

Selasa, 02 Oktober 2018

Menggaungkan Pemilu Damai Bawaslu Purbalingga Adakan Deklarasi


PURBALINGGA – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Purbalingga menyelenggarakan Deklarasi Pemilu Damai dengan tema “Pemilu Bersih dan Bermartabat”, di Resto Bale Apoeng Bojongsari Purbalingga, Senin (1/10/2018).
Hadir dalam kegiatan tersebut Plt. Bupati Purbalingga, Ketua DPRD, Kajari, Polres, Kodim, KPU, dan jajaran Forkompinda, pimpinan Partai Politik, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Ormas, LSM dan pelajar se Kabupaten Purbalingga.
“Acara deklarasi ini kami selenggarakan sebagai upaya bersama meneguhkan komitmen Pemilu damai guna mewujudkan Pemilu bersih dan bermartabat,” kata Imam Nurhakim, Ketua Bawaslu Purbalingga pada saat acara deklarasi.
Plt. Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pemerintah daerah dan seluruh Forkompinda siap bersama-sama dengan Bawaslu dan KPU mensukseskan Pemilu 2019.
Lebih lanjut Plt. Bupati juga menekankan kepada seluruh Partai Politik peserta Pemilu 2019 tingkat Kabupaten Purbalingga untuk bersama-sama menjaga kedamaian, tidak melakukan money politik, politisasi sara dan berita hoax.
Sebagai informasi, bahwa acara deklarasi damai yang diselenggarakan oleh Bawaslu Purbalingga ini diisi dengan berbagai acara, dimulai dari sambutan Ketua Bawaslu Purbalingga, sambutan dan pengarahan Plt. Bupati Purbalingga, dilanjut dengan pembacaan deklarasi damai oleh seluruh pimpinan Partai Politik, penandatangan pelepasan burung merpati dan cap tangan sebagi simbol deklarasi Pemilu damai tolak politik uang, politisasi sara dan berita hoax oleh Plt. Bupati dan forkmopinda serta seluruh pimpinan Partai Politik peserta Pemilu 2019 tingkat Kabupaten Purbalingga.

Minggu, 30 September 2018

Pencermatan DPT terus dilakukan Panwaslu

Purbalingga. Pasca ditetapkan perbaikan DPT dalam waktu enam puluh hari ke depan PPD, Panwaslu dan Bawaslu Kab Purbalingga melakukan pencermatan secara maraton. Kecamatan Karangreja setidaknya ada sekitar 18  pemilih yang tercantum dalam DPT Tidak Memenuhi Syarat (TMS). Data itu diperoleh dari cek dilapangan dengan  pencermatan di tujuh Desa Se Kecamatan Karangreja yang dilakukan oleh PPD, Sabtu (29/09/2018).
Doc. Sekretariat Panwaslu Kecamatan Karangreja

Ada dua sebab pemilih tersebut dikatakan TMS. Antara lain 18 pemilih TMS itu antara lain pemilih meninggal dunia dan  pemilih yang pindah ke luar desa. Dalam pencermatan DPT kategori pindah  PPD dan Panwascam berkoordinasi langsung dengan keluarga/famili, ketua RT serta Perangkat Desa. Sehingga data yang diperoleh hasil pencermatan data valid. Karena pemilih yang pindah disebabkan orangnya sudah tidak berada di lokasi dan berdasarkan keterangan  perangkat desa sudah mengantongi surat pindah. Sedangkan pemilih  yang meningga, PPD cukup datang ke tempat RT dan Perangkat Desa. Selain berkoodinasi dengan para aparat desa , PPD koordinasi dengan PPS.

Setelah data direkap Panwascam lalu direkomandasikan ke PPK Karangreja, menurut Ketua PPK Karangreja Endar Cipto Suroso di sela sela koordinasi dengan Panwascam, pihaknya sangat terbuka kepada siapa saja untuk memberikan sumbangan dalam pencermatan DPT termasuk Panwascam dan PPD. “Hal itu dilakukan agar data DPTHP bisa valid”. Kata Sucipto yang juga penggemar pusaka Keris.

Kontributor : Panwascam Karangreja

Sabtu, 29 September 2018

Sosialisasi Pemilu Tolak Berita Hoak




Karangreja-Bertempat Di Aula Pendopo AW Sumarmo Kecamatan Karangreja, Purbalingga, Jateng, Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan Karangreja  (Panwaslu) melakukan sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatip dalam pemilihan DPD, DPRD Kab, DPRD Prop, DPR serta Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2019 menolak berita Hoak, Kamis (27/18).

Kegiatan sosialisasi tersebut diikuti oleh Kapolsek, Camat, Danramil, Kades, Karangtaruna, pelajar SMK/SMA serta jajaran Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Karangreja. Keikut sertaan para perwakilan tokoh masyarakat sangat penting untuk ikut memberikan perhatian  dalam pemilu 2019. Bahkan mereka diharapkan berperan aktip dalam semua tahapan sampai penilaian dalam Pemilu.

Selain itu menurut Ketua Panwascam karangreja, para Tokoh masyarakat tersebut diharapkan memberikan pencerahan dalam pemilu, memberikan hak hak nya dalam pemilu serta,  menolak berita hoak dan ujaran kebencian. Dalam UU No 7 Tahun 2017 tentang Pemilu pada pasal 105 huruf A.4 bahwa Panwaslu Kecamatan bertugas meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan Pemilu di wilayah kecamatan.

Hal senada disampaikan oleh Camata Karangreja Drs.Didik Purwanto, Pemilu 2019 harus betul betul dipahami baik dari sisi regulasi maupun pelaksanaan dilapangan. Karena itu semua pihak diharapkan ikut berperan aktip dalam pengawasan Pemilu agar hasil Pemilu baik secara administrati, baik kwalitasnya, baik penyelenggaraanya. Bahkan  partisipasi tingkat kehadiran juga tidak kalah penting dalam pemilu juga tinggi dalam ikut menentukan para kandidatnya.”berjalan Aman, adil, tentram dan selalu menjadikan pesta demokrasi ini pesta rakyat yang menggembirakan semua lapisan warga,” kata Didik.

Kapolsek Karangreja menghimbau semua warga agar tidak suka menyebarkan berita yang tidak jelas sumbernya. Bahkan kabar yang menjelekan para kandidat juga tidak boleh disebar melalui medsos maupun secara terbuka, karena itu menimbulkan ujaran kebencian. Potensi kerawanan baik  wilayah, sumber daya manusia maupun sumber konflik juga menjadikan titik titik pengawasan. Maka perlu dilakukan secara kongkrit langkah kooridnasi dengan semua pihak agar Pemilu berjalan damai.(Panwas Karangreja)

Rabu, 26 September 2018

Bawaslu Purbalingga Ajak Masyarakat Jadi Relawan Pengawas Pemilu


PURBALINGGA – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Purbalingga, Jawa Tengah mengajak kepada masyarakat untuk menjadi relawan pengawas Pemilu 2019.

Ajakan tersebut disampaikan dalam acara Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif di wilayah kecamatan di seluruh wilayah Kabupaten Purbalingga, yang berlangsung serentak selama tiga hari yaitu pada tanggal 24, 26 dan 27 September 2018.

"Kegiatan sosialisasi pengawasan Pemilu partisipatif tersebut dilaksanakan selain sebagai upaya Bawaslu dan jajarannya mensosialisasikan peraturan perundang-undangan Pemilu, juga sebagai upaya mengajak dan melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam pengawasan Pemilu," kata Komisioner Bawaslu Purbalingga Divisi Pengawasan Humas dan Hubal, Misrad, di Kantor Bawaslu Purbalingga, Rabu (26/9/2018).

Misrad, menjelaskan partisipasi masyarakat dalam pengawasan Pemilu sangat penting. Mengingat jumlah personil Bawaslu dan jajarannya yang terbatas, sementara objek maupun aktor atau pihak-pihak yang terlibat dalam Pemilu yang harus diawasi begitu banyak.

Oleh karenanya, melalui pengawasan partisipatif ini diharapkan proses pengawasan lebih efektif dan menyeluruh. Sehingga dapat meminimalisir terjadinya dugaan pelanggaran Pemilu.
Garakan pengawasan Pemilu partisipatif, atau yang disingkat dengan GEMPAR PEMILU, katanya, adalah sebuah gerakan pengawalan Pemilu oleh masyarakat di seluruh Indonesia. Gerakan ini merupakan terobosan dan penerjemahan partisipasi masyarakat yang dilakukan oleh Bawaslu sebagai upaya mentransformasikan gerakan moral menjadi gerakan sosial di masyarakat dalam mengawal Pemilu. 

Hal ini lahir dari kesadaran bahwa sebagai pemegang kedaulatan, posisi rakyat dalam Pemilu bukanlah obyek untuk dieksploitasi dukungannya, melainkan harus ditempatkan sebagai subyek, termasuk dalam mengawal integritas dan kualitas Pemilu.

Selasa, 25 September 2018

Bawaslu Purbalingga Ingatkan Jajarannya Tentang Integritas dan Profesionalitas


PURBALINGGA – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Purbalingga menyelenggarakan Rapat Kerja Teknis Pengawasan Kampanye Pemilu Tahun 2019 dengan seluruh anggota Panwas Kecamatan se-Kabupaten Purbalingga, di Resto Bale Apoeng Purbalingga Selasa (25/9/2018).
“Melalui rakernis ini kami mengingatkan kepada seluruh jajaran Panwas Kecamatan untuk komitmen menjaga integritas sebagai penyelenggara Pemilu apalagi dimasa-masa kampanye seperti sekarang ini, yang tidak jarang banyak “godaan” di lapangan,” kata Imam Nurhakim, Ketua Bawaslu Purbalingga pada saat Rakernis berlangsung.

Lebih lanjut Imam menyampaikan bahwa, selain pentingnya menjaga integritas jajaran pengawas Pemilu juga harus senantiasa meningkatkan kapasitas dan profesionalitas. Jangan sampai sebagai pengawas tidak paham aturan main yang diatur dalam peraturan perundang-undangan Pemilu.
Hadir sebagai Narasumber dalam rakernis ini dari Kejaksaan Negeri dan Satpol PP Purbalingga. Nurrahman, jaksa fungsional Kejari Purbalingga sebagai nara sumber, menyampaikan bahwa dalam masa kampanye jajaran Bawaslu dan Gakkumdu harus mengantisipasi terjadinya pelanggaran yang mengarah pada tindak pidana Pemilu. Jajaran Bawaslu, terutama jajaran Panwascam dan Panwas Desa, harus mengintensifkan koordinasi berjenjang terutama apabila ditemukan pelanggaran tindak pidana Pemilu di lapangan.

Kepala Satpol PP Purbalingga, Yonathan Eko Nugroho, selaku nara sumber pada kegiatan rakernis ini menyampaikan bahwa Satpol PP dan jajarannya siap menjadi mitra strategis Bawaslu dalam mengekana peraturan perundang-undangan yang ada terutama dalam kaitannya dengan tertib pemasangan alat peraga kampanye Pemilu.

Melalui kegiatan rakernis ini, Bawaslu Purbalingga berupaya memastikan seluruh jajaran pengawas Pemilu Kecamatan di Purbalingga telah benar-benar siap menghadapi masa kampanye, dan terus meningkat kapasitas serta profesionalitasnya dalam mengemban tugas pengawasan Pemilu serta dapat membina dan mengembangkan kemampuan pengawasan jajaran pengawas Pemilu di bawahnya.

Jumat, 21 September 2018

Bawaslu Purbalingga Matangkan Strategi Pengawasan Berbasis Masyarakat



Purbalingga – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Purbalingga mengadakan kegiatan rapat koordinasi dengan Panwas Kecamatan se-Kabupaten Purbalingga membahas tentang pengawasan partisilatif berbasis masyarakat. Acara yang dihadiri oleh nara sumber dari akademisi, media, dan KPU, itu digelar di Resto Bale Apoeng Purbalingga, Kamis (20/9/2018).
“Bawaslu sebagai lembaga yang diberi amanah oleh negara melalui peraturan perundang-undangan untuk mengawasi proses penyelenggaraan Pemilu, menyadari bahwa peran serta masyarakat sebagai pengawas partisipatif sangatlah penting,” kata Imam Nurhakim, Ketua Bawaslu Purbalingga.
Terbatasnya jumlah personil, tenaga, dan kemampuan Bawaslu dalam proses pengawasan, sementara objek maupun subjek dan wilayah pengawasannya yang banyak dan luas, mendorong Bawaslu untuk mengajak dan melibatkan masyarakat sebagai pengawas partisipatif. Untuk itu, Bawaslu harus punya strategi dan langkah-langkah nyata yang bisa dilaksanakan dalam mengembangkan pengawasan partisipatif.
Melalui pengawasan partisipatif atau pengawasan berbasis masyarakat ini diharapkan proses pengawasan terhadap penyelenggaraan Pemilu lebih optimal, masif, dan efektif. Salah satu kunci penting pelibatan masyarakat dalam pengawasan adalah bagaimana Bawaslu mampu membangun kesadaran masyarakat untuk mau dan secara sukarela aktif berpartisipatif dalam pengawasan Pemilu.
Salah satu bentuk partisipasi aktif masyarakat dalam pengawasan Pemilu adalah mau dan mampu mencegah terhadapap adanya dugaan pelanggaran Pemilu dan melaporkan kepada Bawaslu dan jajarannya apabila melihat dan menyaksikan terjadinya pelanggaran Pemilu.

Pasca Penetapan DCT Bawaslu Purbalingga Berharap Tidak Ada Sengketa



Purbalingga – Komisi Pemilihan Umun (KPU) Kabupaten Purbalingga telah melaksanakan Rapat Koordinasi penetapan Daftar Calon Tetap (DCT) untuk Calon DPRD Kabupaten Purbalingga pada Pemilihan Umum Tahun 2019, di Aula KPU Kabupaten Purbalingga Kamis (20/9/2018).

“Pasca penetapan ini kami Bawaslu berharap tidak ada pihak yang keberatan atau tidak setuju terhadap keputusan KPU tersebut, yang dapat menimbulkan  sengketa proses Pemilu,” kata Teguh Irawanto, Komisioner Bawaslu Purbalingga Divisi Sengketa, sesaat setelah kegiatan rakor tersebut.

Berdasarkan data yang dimiliki oleh Bawaslu Purbalingga, jumlah caleg yang ditetapkan yaitu sebanyak 491 orang, yang akan memperebutkan 45 kursi DPRD Kabupaten Purbalingga.

Jumlah caleg tersebut turun 37 orang dibandingkan jumlah Bacaleg yang diumumkan dalam Daftar Calon Sementara (DCS) yaitu 531 Bacaleg. Berkurangnya 37 Bacaleg tersebut dikarenakan ada sebagian yang mengundurkan diri dan ada juga yang karena kurang lengkap syarat administrasi setelah dilakukan proses verifikasi oleh KPU Kabupaten Purbalingga.

Sesuai dengan peraturan bahwa 3 hari setelah penetapan DCT, calon legislatif sudah diberi kesempatan untuk melakukan kampanye, yaitu sejak tanggal 23 September 2018 sampai 13 April 2019. Dalam masa kampanye ini Bawaslu Purbalingga menghimbau kepada partai politik peserta pemilu dan para calon legislatif untuk tertib dan menaati peraturan-peraturan yang ada serta dapat menjaga kondusivitas dan kedamaian masyarakat.

Selasa, 18 September 2018

Soal DPT, Ini Hasil Pengawasan Bawaslu Purbalingga


Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Purbalingga beserta Panwascam dan Panwas Kelurahan/Desa telah melakukan pencermatan terhadap daftar pemilih tetap (DPT) yang telah ditetapkan oleh KPU Kabupaten Purbalingga pada tanggal 21 Agustus 2018 yang lalu, untuk memastikan data tersebut valid dan tidak bermasalah.
“Berdasarkan hasil pencermatan kami dan hasil laporan berjenjang dari Panwas Kelurahan/Desa dan Panwas Kecamatan terhadap DPT, ternyata ditemukan  banyak data pemilih yang berpotensi ganda dan data yang tidak memenuhi syarat,” kata Misrad, Komisioner Bawaslu Purbalingga Kordiv Pengawasan, Hubungan Masyarakat, dan Hubungan antar Lembaga, di kantor Bawaslu Purbalingga, Minggu (9/9/2018).
Dari DPT di Kabupaten Purbalingga sejumlah 743.894 terdapat data ganda sebanyak 519 dan data pemilih TMS sebanyak 395.
Misrad menambahkan, hasil pencermatan terhadap data bermaslah tersebut, Bawaslu Purbalingga telah menginstruksikan kepada Panwascam untuk memberikan rekomendasi kepada PPK agar dilakukan perbaikan.
Di tingkat Kabupaten, Bawaslu Kabupaten Purbalingga juga telah mengeluarkan surat rekomendasi kepada KPU Purbalingga untuk memperbaiki data pemilih ganda dan TMS tersebut sehingga lebih valid lagi.
Data pemilih dalam proses Pemilihan Umum memang bersifat dinamis, senantiasa mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Data tersebut dimungkinkan mengalami penambahan tapi dalam kenyataan di lapangan sangat mungkin juga semakin berkurang dari data yang telah ditetapkan sebelumnya.
Untuk itu, mengingat dan menyadari begitu dinamisnya data pemilih, maka pencermatan dan pengawasan secara intens dan kontinyu oleh pengawas Pemilu sangat penting untuk dilakukan. Pengawasan intensif dan kontinyu tersebut di samping untuk memastiakan data pemilih bersifat valid dan tidak bermasalah, yang lebih penting juga adalah memastikan orang-orang yang memliki persyaratan memilih terdaftar dalam data pemilih sehingga tidak kehilangan hak pilihnya. Dan begitu juga sebaliknya, orang-orang yang sudah dinyatakan tidak memiliki hak pilih (TMS) dapat dicoret dari daftar pemilih.